Skip to main content

follow us

contoh makalah tentang pencemaran lingkungan air tanah udara dan cara mengatasinya cover pdf docx terbaru
Pengertian makalah adalah suatu karya tulis yang membahas permasalahan tertentu dengan analisis yang logis dan objektif dan ditulis dengan sistematis.

Macam-macam Makalah

Dari sifatnya makalah dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu

1. Makalah Deduktif yaitu makalah yang didasarkan pada kajian teoritis yang relevan dengan permasalahan yang dibahas

2. Makalah Induktif adalah makalah yang ditulis berdasarkan data empiris yang bersifat objektif berdasarkan apa yang diperoleh dari lapangan namun tetap relevan dengan pembahasan

3. Makalah Campuran yaitu makalah yang disusun atau ditulis berdasarkan kajian toritis dan data empiris. artinya makalah campuran ini adalah penggabungan antara makalah deduktif dan makalah induktif.

Makalah campuran  terbagi lagi menjadi 6 jenis yaitu

1. Makalah ilmiah - makalah ini biasanya membahas permasalahan yang ditulis dari hasil studi ilmiah dan jenis makalah ini tidak berdasarkan pendapat atau opini dari penulis yang bersifat subyektif

2. Makalah kerja - biasanya makalah ini diperoleh dari hasil sebuah penelitian dan memungkinkan seorang penulis makalah tersebut berargumentasi dari permasalahan yang dibahas yang didapatkan dari sebuah proses penelitian dan itu artinya opini yang bersifat subyektif dari penulis lebih memungkinkan pada makalah jenis ini

3. Makalah kajian - isi dari makalah ini biasanya sebagai sarana pemecahan suatu masalah yang bersifat kontroversial

4. Makalah posisi - istilah ini digunakan untuk karya tulis yang disusun atas permintaan suatu pihak yang fungsinya sebagai alternatif pemecahan masalah yang kontroversial. Prosedur pembahasan dan penulisannya dilakukan secara ilmiah

5. Makalah analisis - sifat dari makalah ini adalah obyektif-empiris

6. Makalah tanggapan - biasanya makalah ini sering dijadikan sebagai tugas mata kuliah bagi mahasiswa yang isinya merupakan reaksi terhadap suatu bacaan

Daftar pilihan contoh makalah :

1. makalah kewirausahaan
2. makalah tentang
3. makalah sepak bola
4. makalah bola basket
5. makalah tentang narkoba
6. makalah kepemimpinan
7. makalah adalah
8. makalah minyak bumi
9. makalah pemanasan global
10. makalah tentang pendidikan
11. makalah bola voli
12. makalah pendidikan
13. makalah riset pemasaran
14. makalah k3
15. makalah perekonomian indonesia
16. makalah bahasa indonesia
17. makalah hipertensi
18. makalah kromatografi
19. makalah manajemen sumber daya manusia
20. makalah hak asasi manusia
21. makalah asuransi
22. makalah akuntansi perpajakan
23. makalah asuransi syariah
24. makalah alfamart
25. makalah akuntansi yayasan
26. makalah alat kesehatan
27. makalah akhlak
28. makalah akuntansi manajemen
29. makalah asbabun nuzul
30. makalah alkaloid
31. makalah anggaran produksi
32. makalah atletik
33. makalah amdal
34. makalah analisis laporan keuangan
35. makalah akuntansi
36. makalah anemia pada ibu hamil
37. makalah akuntansi pertanggungjawaban
38. makalah anemia
39. makalah abortus
40. makalah budaya organisasi
41. makalah bulu tangkis
42. makalah bioteknologi
43. makalah bblr
44. makalah biologi
45. makalah bullying
46. makalah bioetanol
47. makalah bahasa inggris
48. makalah bahaya narkoba
49. makalah basket
50. makalah bisnis
51. makalah bank syariah
52. makalah bea materai
53. makalah bela negara
54. makalah bakteri
55. makalah balance scorecard
56. makalah belajar dan pembelajaran
57. makalah cyber law
58. makalah company profile
59. makalah coronary artery disease
60. makalah ca mamae
61. makalah cahaya
62. makalah culture shock
63. makalah cerpen
64. makalah cad
65. makalah cpo
66. makalah corak hidup masyarakat praaksara
67. makalah cairan tubuh
68. makalah cerebral palsy
69. makalah cedera jaringan lunak
70. makalah ct scan
71. makalah cabai
72. makalah contoh
73. makalah cinta damai
74. makalah ca serviks
75. makalah cara membuat telur asin dengan abu gosok
76. makalah capital budgeting
77. makalah demokrasi
78. makalah diabetes melitus
79. makalah diare
80. makalah demokrasi indonesia
81. makalah dbd
82. makalah demokrasi pancasila
83. makalah demam tifoid
84. makalah debat
85. makalah dinasti abbasiyah
86. makalah dakwah
87. makalah desain grafis
88. makalah densitometer
89. makalah dehidrasi
90. makalah desain penelitian kuantitatif
91. makalah dinamika kelompok
92. makalah desain produk dan jasa
93. makalah drama
94. makalah dm
95. makalah demokrasi di indonesia
96. makalah drainase lahan pertanian
97. makalah ekonomi
98. makalah etika
99. makalah ekonomi publik
100. makalah ekonomi mikro
101. makalah etika bisnis
102. makalah evaluasi strategi
103. makalah emulsi
104. makalah ekonomi manajerial
105. makalah ekstraksi
106. makalah etika profesi
107. makalah ekosistem
108. makalah elektronika daya
109. makalah ekonomi syariah
110. makalah etika kristen
111. makalah enzim
112. makalah etika bisnis dalam pemasaran
113. makalah ekosistem estuari
114. makalah elisa
115. makalah evaluasi kinerja
116. makalah ekonomi makro
117. makalah filsafat
118. makalah farmakologi
119. makalah fisika
120. makalah filsafat ilmu
121. makalah fotosintesis
122. makalah farmakologi kebidanan
123. makalah filsafat hukum
124. makalah filsafat pendidikan
125. makalah filsafat islam
126. makalah fenomena pengangguran
127. makalah filariasis
128. makalah fisika pemanasan global
129. makalah fiqih muamalah
130. makalah faktor individu dalam organisasi
131. makalah fertilitas
132. makalah fungsi manajemen
133. makalah fenomena sosial
134. makalah filsafat etika
135. makalah firewall
136. makalah filsafat etika dan paradigma ilmu pengetahuan
137. makalah geopolitik dan geostrategi
138. makalah geostrategi
139. makalah gagal ginjal
140. makalah geopolitik indonesia
141. makalah gangguan pertumbuhan proliferasi dan diferensiasi sel
142. makalah gastritis
143. makalah good governance
144. makalah geografi
145. makalah guru profesional
146. makalah global warming
147. makalah gaya kepemimpinan
148. makalah genogram
149. makalah globalisasi
150. makalah geostrategi indonesia
151. makalah golput
152. makalah gametogenesis
153. makalah gender
154. makalah generasi milenial
155. makalah gmp
156. makalah gizi buruk
157. makalah hukum
158. makalah hak dan kewajiban warga negara
159. makalah haji
160. makalah hiv
161. makalah hepatitis
162. makalah haji dan umroh
163. makalah hukum pidana
164. makalah hubungan industrial
165. makalah hukum bisnis
166. makalah hukum perdata
167. makalah hukum asuransi
168. makalah hukum pidana islam
169. makalah harga transfer
170. makalah hidrologi
171. makalah hukum internasional
172. makalah hukum lingkungan
173. makalah hipertensi pdf
174. makalah hidrokarbon dan minyak bumi
175. makalah implementasi strategi
176. makalah identitas nasional
177. makalah ilmu dakwah
178. makalah iman kepada hari akhir
179. makalah ibadah
180. makalah investasi
181. makalah ilmu pengetahuan menurut islam
182. makalah inflasi
183. makalah integrasi nasional
184. makalah ispa
185. makalah identifikasi masalah
186. makalah induksi matematika
187. makalah ikterus
188. makalah infertilitas
189. makalah imunisasi
190. makalah interaksi sosial
191. makalah industri 4.0
192. makalah ijtihad
193. makalah inflamasi
194. makalah ijarah
195. makalah jual beli
196. makalah jumlah uang beredar
197. makalah jual beli dalam islam
198. makalah jaringan komputer
199. makalah jambu mete
200. makalah jamur
201. makalah joint venture
202. makalah jaminan kesehatan nasional
203. makalah jurnal nasional
204. makalah jaringan kerja
205. makalah jamu
206. makalah jagung
207. makalah jantung koroner
208. makalah jaringan syaraf tiruan
209. makalah jual beli kredit
210. makalah jual beli salam
211. makalah jalan cepat
212. makalah jenis jenis komunikasi
213. makalah jenazah
214. makalah jalan layang
215. makalah korupsi
216. makalah karbohidrat
217. makalah korupsi di indonesia
218. makalah kewarganegaraan
219. makalah komunikasi
220. makalah karya ilmiah
221. makalah kitab zabur
222. makalah kompensasi
223. makalah kenakalan remaja
224. makalah kebugaran jasmani
225. makalah ketahanan nasional
226. makalah kebijakan moneter
227. makalah kimia
228. makalah kebijakan publik
229. makalah kayu
230. makalah koloid
231. makalah lengkap
232. makalah lipid
233. makalah laporan arus kas
234. makalah lingkungan hidup
235. makalah laporan keuangan
236. makalah luka bakar
237. makalah laba ditahan
238. makalah lengkap hukum bisnis pariwisata
239. makalah laporan manajerial
240. makalah limit fungsi trigonometri
241. makalah limbah
242. makalah lari estafet
243. makalah laporan penelitian
244. makalah liberalisme
245. makalah leukimia
246. makalah lipid pdf
247. makalah lari jarak jauh
248. makalah lengkap dengan daftar isi
249. makalah lengkap tentang akhlak
250. makalah logika
251. makalah manajemen
252. makalah metode penelitian
253. makalah manajemen konflik
254. makalah manajemen proyek
255. makalah manajemen strategi
256. makalah manajemen operasional
257. makalah manajemen persediaan
258. makalah manajemen pemasaran
259. makalah media pembelajaran
260. makalah motivasi
261. makalah mekanisme koping
262. makalah manajemen keuangan
263. makalah masyarakat madani
264. makalah mudharabah
265. makalah metodologi studi islam
266. makalah modal saham dan laba ditahan
267. makalah matan keyakinan dan cita-cita hidup muhammadiyah
268. makalah metode ilmiah
269. makalah narkoba
270. makalah negosiasi
271. makalah negara hukum
272. makalah negara hukum dan ham
273. makalah nikel
274. makalah negosiasi bisnis
275. makalah nyeri
276. makalah negara dan konstitusi
277. makalah nasikh dan mansukh
278. makalah napza
279. makalah nutrisi
280. makalah neraca pembayaran internasional
281. makalah nilai nilai pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan
282. makalah narkotika
283. makalah neraca perdagangan internasional
284. makalah narkoba pdf
285. makalah negosiasi politik
286. makalah neraca pembayaran
287. makalah nikel laterit
288. makalah nilai eigen dan vektor eigen
289. makalah osteoporosis
290. makalah otonomi daerah
291. makalah obat tradisional
292. makalah olahraga
293. makalah organisasi
294. makalah orde lama
295. makalah otoritas jasa keuangan
296. makalah obesitas
297. makalah os forensik
298. makalah obligasi
299. makalah olahraga petanque
300. makalah oksigen
301. makalah obor
302. makalah observasi toko alfamart
303. makalah overdosis
304. makalah obligasi syariah
305. makalah observasi
306. makalah out of the box
307. makalah organisasi papua merdeka
308. makalah organisasi multinasional dan pengendalian proyek
309. makalah pendapatan nasional
310. makalah promosi kesehatan
311. makalah pengambilan keputusan
312. makalah puasa
313. makalah pengorganisasian informasi/pengetahuan dalam ingatan manusia
314. makalah pendidikan kewarganegaraan
315. makalah perpajakan
316. makalah penelitian
317. makalah pengantar bisnis
318. makalah pertumbuhan kacang hijau
319. makalah pemasaran
320. makalah poligami
321. makalah pencemaran lingkungan
322. makalah pasar modal
323. makalah protein
324. makalah penelitian kualitatif
325. makalah perdagangan internasional
326. makalah qurban
327. makalah qiyas
328. makalah qada dan qadar
329. makalah qurban dan aqiqah
330. makalah qfd
331. makalah qardh
332. makalah qiraat al quran
333. makalah qath'i dan zhanni
334. makalah qawaid fiqhiyah
335. makalah quality function deployment
336. makalah queue
337. makalah qunut
338. makalah qanaah
339. makalah qashash al quran
340. makalah qishash
341. makalah qaul shahabi
342. makalah quality assurance
343. makalah qurban pdf
344. makalah quality control
345. makalah qada dan qadar pdf
346. makalah renang
347. makalah resistensi antibiotik
348. makalah rekayasa genetika
349. makalah respon internasional terhadap proklamasi kemerdekaan indonesia
350. makalah riba
351. makalah reklamasi pantai
352. makalah riset pemasaran pdf
353. makalah reformasi pdf
354. makalah rukun islam
355. makalah rekrutmen
356. makalah radioterapi
357. makalah rangkaian counter
358. makalah rambu solo
359. makalah ragam bahasa indonesia
360. makalah rahn
361. makalah retorika
362. makalah reformasi birokrasi
363. makalah respirasi
364. makalah revolusi industri 4.0
365. makalah sejarah
366. makalah sistem informasi manajemen
367. makalah studi kelayakan bisnis
368. makalah sumber daya manusia
369. makalah stabilitas obat
370. makalah sistem reproduksi
371. makalah syariat islam
372. makalah sistem endokrin
373. makalah sistem pengendalian manajemen
374. makalah sosiologi
375. makalah senam lantai
376. makalah seni rupa
377. makalah sejarah indonesia
378. makalah sejarah pramuka
379. makalah shalat
380. makalah sejarah komputer
381. makalah sumber hukum islam
382. makalah strategi pemasaran
383. makalah sintesis protein
384. makalah tentang kewirausahaan
385. makalah tentang pemanasan global
386. makalah tentang ham
387. makalah tentang puasa
388. makalah tentang kenakalan remaja
389. makalah tentang korupsi
390. makalah tentang sepak bola
391. makalah tbc
392. makalah tentang pengorganisasian informasi/pengetahuan dalam ingatan manusia
393. makalah tentang kepemimpinan
394. makalah tentang renang
395. makalah tindak pidana korupsi
396. makalah teks prosedur
397. makalah tentang lari estafet
398. makalah tentang zakat
399. makalah tentang hukum
400. makalah teori belajar
401. makalah ukuran kinerja
402. makalah uji t
403. makalah umkm
404. makalah ukhuwah islamiyah
405. makalah ulumul qur'an
406. makalah uji f
407. makalah upaya pemberantasan korupsi
408. makalah utm
409. makalah ukuran pemusatan data
410. makalah uji anova
411. makalah upaya bangsa indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa
412. makalah ukiran toraja
413. makalah ulkus peptikum
414. makalah udang vaname
415. makalah uml
416. makalah urgensi ibadah
417. makalah ukuran gejala pusat
418. makalah uang panai
419. makalah urf
420. makalah uji nyala
421. makalah vitamin
422. makalah vektor
423. makalah virus
424. makalah variabel penelitian
425. makalah virus zika
426. makalah vektor matematika
427. makalah viktimologi
428. makalah vegetasi
429. makalah vlan
430. makalah vektor penyakit
431. makalah video
432. makalah virus komputer
433. makalah ventilasi tambang
434. makalah vektor matematika kelas 10
435. makalah vulnus laceratum
436. makalah validitas dan reliabilitas
437. makalah vaksin
438. makalah volly
439. makalah volumetri
440. makalah viktimologi pdf
441. makalah wirausaha
442. makalah wakaf
443. makalah wawasan nusantara
444. makalah wirausaha produk kerajinan untuk pasar lokal
445. makalah wing needle
446. makalah wawasan kebangsaan
447. makalah water treatment
448. makalah wadiah
449. makalah wirausaha produk rekayasa sistem teknik
450. makalah wisata bahari
451. makalah wirausaha rekayasa jasa profesi dan profesionalisme
452. makalah web service
453. makalah wahyu
454. makalah wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa indonesia
455. makalah windows 10
456. makalah wasiat
457. makalah wakaf pdf
458. makalah wakalah
459. makalah wellness
460. makalah wacana
461. makalah xampp
462. makalah x ray
463. makalah xrd
464. makalah xrf
465. makalah xenopsylla cheopis
466. makalah xenobiotik
467. makalah xeroderma pigmentosum
468. makalah xilem
469. makalah xiaomi
470. makalah xrf pdf
471. makalah xrd pdf
472. makalah xilem dan floem
473. makalah xerostomia
474. makalah xbrl
475. makalah xml
476. makalah xanthone
477. makalah zakat
478. makalah xeroftalmia
479. makalah xerostomia pdf
480. makalah x ray mobile
481. makalah yang baik dan benar
482. makalah yang benar
483. makalah yaumul mizan
484. makalah yaumul ba'ats
485. makalah yang berkaitan dengan kewarganegaraan
486. makalah yang baik
487. makalah yoghurt
488. makalah yaumul jaza
489. makalah yg benar
490. makalah yang baik dan benar pdf
491. makalah yaumul hisab
492. makalah yayasan
493. makalah yakult
494. makalah yang benar pdf
495. makalah yurisprudensi
496. makalah youtube
497. makalah yoga
498. makalah yang ada daftar isinya
499. makalah yang sudah jadi
500. makalah yudikatif
501. makalah zakat profesi
502. makalah zakat fitrah
503. makalah zakat infaq dan shodaqoh
504. makalah zakat pertanian
505. makalah zakat hewan ternak
506. makalah zakat perusahaan
507. makalah zakat perdagangan
508. makalah zat adiktif
509. makalah zat dan kalor
510. makalah zakat dan investasi
511. makalah zakat emas dan perak
512. makalah zakat kontemporer
513. makalah zakat dan pajak
514. makalah zikir dan doa
515. makalah zakat sebagai sumber kekayaan negara
516. makalah zakat pdf
517. makalah zakat tumbuhan dan biji bijian
518. makalah zat besi
519. makalah zina

Ciri-ciri Makalah yang Baik

Yang dimaksud dengan makalah yang baik dan bagus dalam artikel ini adalah makalah yang pantas untuk mendapat nilai A.  Dalam bahasa Inggris, makalah seperti ini disebut sebagai makalah yang ’excellent’  (bagus sekali).  Makalah-makalah yang tidak memenuhi standar ini pantas diberi nilai lebih rendah.  Makalah yang bagus atau berkualitas tinggi harus mempunyai kualitas yang dapat diterbitkan (publishable).  Artinya, organisasi (penataan isinya), gaya bahasanya, dan teknik penulisannya hanya memerlukan sedikit editing  saja untuk bisa diterbitkan.

1. Ciri-ciri makalah. Secara umum, makalah yang bagus (berkualitas tinggi) memiliki ciri umum sebagai berikut:

a. Akurat dan menyeluruh (comprehensive).
Artinya, makalah tersebut menyajikan fakta dan gagasan secara akurat, dan membahas masalahnya secara lengkap dan tuntas.  Makalah tersebut juga telah mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan calon pembaca mengenai topik tersebut dan kemudian menjawabnya dengan baik.

b. Memiliki sumber informasi yang baik.
Ini adalah ciri yang paling penting dari setiap makalah.  Makalah yang bagus mengakui sumbangan penulis lain yang karyanya tentang topik itu telah diterbitkan.  Tidak melakukan hal itu dianggap sebagai praktek kesarjanaan yang buruk.  Makalah tersebut menggunakan sumber informasi yang beragam (semakin banyak semakin baik).  Untuk semua fakta dan gagasan yang bukan merupakan karya asli penulis makalah diberikan kutipan.  Kutipan langsung digunakan secara jarang, dan dipilih untuk memberikan ilustrasi gagasan penulis lain dalam bahasa mereka sendiri.  (Penjelasan tentang kutipan dan rujukan lebih lanjut akan diberikan di bawah.).

c. Seimbang.
Ini berarti bahwa makalah tersebut membahas fakta, gagasan, dan sudut pandang yang dibicarakan secara obyektif dan seimbang, dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan masing-masing.  Makalah yang bagus mungkin bersikap kritis terhadap karya tulis sebelumnya, tetapi tidak memberikan kitik tanpa dasar dan menyerang secara ad hominem (menggunakan perasaan atau prasangka dan bukan akal atau menyerang sifat pribadi dan bukan pendapat yang dikemukakan)  kepada penulis lain.

d. Kreatif.
“kreatif” dalam pengertian ilmiah berarti bahwa makalah tersebut tidak sekedar menyajikan fakta belaka, tetapi ini tidak berarti bahwa informasi yang disajikan itu “dikarang” atau tidak berdasarkan fakta.  Dalam makalah yang berkualitas, fakta-fakta itu ditata, dianalisa, dipadukan, dan digunakan sebagai dasar kesimpulan dengan cara yang inovatif, kreatif, dan orisinal.

e. Secara teknis, penulisannya benar.
Ini berarti bahwa makalah tersebut terbebas dari kesalahan gaya bahasa, tatabahasa, tanda baca, penggunaan kata, dan ejaan.

f. Tertata dengan baik.
Ini berarti bahwa makalah tersebut memiliki tujuan yang jelas.  Dalam makalah yang berkualitas, materinya ditata secara logis, dengan kata-kata transisi yang baik di antara bagian-bagiannya dan dengan kecepatan yang tepat.


2. Struktu makalah.  Makalah yang bagus hendaknya terdiri atas 4 bagian pokok:

a. Bagian pendahuluan.
Bagian pendahuluan harus merupakan pernyataan yang jelas, menarik, dan ringkas tentang topik yang akan dibahas dalam makalah tersebut, bagaimana kaitan topik tersebut dengan bidang ilmu yang sedang dibicarakan dan terutama dengan sub-bidang ilmu Anda (penulis), serta mengapa topik tersebut penting dan menarik untuk dibicarakan.  Dalam makalah yang berbasis penelitian, hipotesis yang akan diuji disajikan dalam bagian ini.

b. Batang tubuh makalah.
Dalam makalah yang berdasarkan penelitian, bagian ini dibagi menjadi bagian “materi dan metode penelitian,” bagian “hasil/temuan penelitian,” dan bagian “diskusi/pembahasan.”  Untuk makalah akademik (makalah kelas), bagian-bagian ini mungkin kurang begitu tampak jelas, tetapi materi tersebut perlu disajikan di bagian ini.  Untuk makalah yang disajikan dalam seminar/konferensi, bagian “hasil/temuan penelitian” dan “pembahasan” ini seringkali digabungkan.
Dalam bagian materi dan metode  penelitian, penulis mengungkapkan dari mana dan bagaimana dia memperoleh data atau gagasan yang dibicarakan dalam makalah itu.  Penulis juga menjelaskan metode, prosedur, atau pendekatan yang akan digunakan untuk memeriksa data atau gagasan tersebut.
Di bagian hasil/temuan penelitian, penulis menyebutkan hasil-hasil analisa atau evaluasinya terhadap data atau gagasan yang ditelitinya.
Di bagian diskusi/pembahasan, penulis membicarakan implikasi dan makna dari hasil/temuan penelitiannya itu.  Setiap faktor yang mungkin mempengaruhi hasil/temuan tersebut, termasuk bias penulis sendiri, hendaknya dibicarakan di sini.
c. Ringkasan dan Kesimpulan.
Makalah yang bagus mempunyai ringkasan di bagian akhirnya.  Dalam laporan penelitian yang formal, ini disebut bagian ”penutup/kesimpulan.”  Ringkasan itu hendaknya menyatakan kembali secara ringkas tujuan makalah, setiap hipotesis yang diuji, materi dan metode penelitian yang digunakan, dan hasil yang diperolehnya.  Kesimpulan kemudian ditarik berdasarkan hasil/temuan penelitian tersebut.  Dalam makalah laporan penelitian, penulis menyatakan apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak.  Ringkasan tesebut menyatakan berakhirnya penelitian yang telah ia lakukan tetapi menyebutkan penelitian lanjutan yang masih harus dilakukan mengenai topik tersebut.

d. Daftar Pustaka.
Makalah yang bagus menyertakan daftar pustaka (bibliografi).  Bagian ini bisa juga disebut sebagai ”daftar sumber yang dikutip”.  Ruukan dibeikan untuk semua karya yang dikutip dalam makalah, dan hanya karya yang telah dikutip saja.  (Untuk pembahasan lebih lanjut tentang hal ini, lihat di bawah.)

 3. Kutipan.
Kutipan adalah rujukan ke sumber informasi yang disebutkan dalam makalah.  Format kutipan yang benar adalah penting.  Secara umum, bidang ilmu sains (seperti Anthropologi) menggunakan format kutipan yang bebeda dari bidang humaniora (misalnya, Bahasa Indonesia).  Oleh karena itu, gunakan format kutipan yang tepat sesuai dengan bidang ilmu tersebut.

a. Apa yang harus Anda kutip?
Pada dasarnya,  yang harus Anda kutip adalah setiap fakta atau gagasan, kecuali kalau itu merupakan (a) pengetahuan umum, atau (b) data, hasil/temuan, kesimpulan, atau gagasan asli Anda sendiri.
Yang dimaksud dengan pengetahuan umum adalah pengetahuan yang dapat Anda harapkan dimiliki oleh setiap orang yang Anda temui.  Misalnya, Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden Indonesia tahun 2004-2009.”
Data, temuan, kesimpulan, atau gagasan orisinal yang Anda kumpulkan, amati, deduksi, atau fikirkan untuk pertama kalinya di dunia (sejauh tercatat dalam literatur yang ada._
b. Format kutipan.
Format dasar suatu kutipan adalah (Penulis, tanggal) atau (Para penulis, tanggal).  Sebagai contoh, (Brackman, 1980) atau (Gonick & Wheelis, 1983).  Kebanyakan editor lebih suka Anda menggunakan tanda “&” daripada kata “dan”.  Berikut ini adalah beberapa penyempurnaan dan pengecualian atas prinsip dasar di atas.
Dalam makalah ilmiah, penggunaan ibid, op.cit., dan susunan serupa itu hendaknya dihindari.
Apabila ada lebih dari dua penulis, Anda hendaknya menggunakan ”et.al.”  Sebagai contoh, (Barkow et.al., 1992) dan bukan (Barkow, Cosmides, dan Tooby, 1992).
Untuk menyitir beberapa sumber fakta atau gagasan, letakkan semuanya dalam tanda kurung yang sama dan pisahkan masing-masing dengan tanda titik-koma.  Urutkan sumber itu berdasarkan tanggal penerbitannya (yang paling tua lebih dahulu) dan secara alfabetis bila ada dua sumber yang bertahun penerbitan sama.  Sebagai contoh, (Darwin, 1872; Ardrey, 1996; Williams, 1966; Carey, 1982).
Ketika menyitir dua atau lebih karya tulis dari seorang penulis, sebutkan nama penulis itu sekali saja dan pisahkan tahun penerbitan karya itu dengan koma.  Sebagai contoh, (Barkow, 1973, 1978, 1989; Leslie, 1987, 1988).  Jika ada dua atau lebih karya yang diterbitkan dalam tahun yang sama, gunakan huruf sesudah tahun penerbitan itu untuk membedakannya.  Sebagai contoh, (Daly & Wilson, 1984a, 1984b, 1987).  Gunakan huruf itu juga ketika Anda merujuk kutipan itu dalam daftar pustaka.
Nomor halaman biasanya tidak digunakan kecuali untuk kutipan langsung.  Ketika mengutip langsung, letakkan nomor halaman itu sesudah tahun penerbitan, dan pisahkan dari tahun penerbitan itu dengan titik dua (:).  Sebagai contoh, (Hooton, 1935:113-114).
Apabila Anda menyebut nama penulis di dalam teks makalah Anda, sertakan hanya tahun penerbitannya saja, sesudah namanya.  Sebagai contoh, Conroy (1997) membahas tentang  X, tetapi Lewin (1989) tidak.
c. Kekecualian dan prinsip-prinsip kecil lainnya memang ada.  Kalau Anda ragu-ragu tentang format kutipan dan rujukan yang tepat untuk makalah Anda, mintalah penjelssan dosen Anda.

4. Rujukan/referensi.
Rujukan adalah daftar bacaan yang Anda cantumkan dalam daftar pustaka (bibliografi).  Rujukan ini harus sesuai dengan kutipan yang ada dalam makalah Anda.  Ini berarti bahwa setiap kutipan yang ada dalam teks makalah Anda harus mempunyai rujukan dalam daftar pustaka Anda.  Jangan memasukkan rujukan lebih dari satu kali, meskipun Anda mengutipnya beberapa kali.  Jangan memasukkan rujukan dalam daftar pustaka Anda jika Anda tidak mengutipnya dalam teks makalah Anda.

a. Format rujukan hendaknya mengikuti format yang digunakan di jurnal utama dalam disiplin atau sub-disiplin ilmu Anda.  Sebagai contoh, kalau Anda menulis di bidang anthropologi fisik, Anda tidak akan keliru kalau menggunakan format rujukan yang digunakan dalam American Journal of Physical Anthropology, walaupun ahli paleoanthropologi bisa memilih untuk menggunakan format yang digunakan dalam Journal of Human Evolution, ahli primatologi mungkin menggunakan format yang digunakan dalam the American Journal of Primatology.  Format yang digunakan untuk merujuk dokumen eletronik (yang diperoleh dari internet atau sumber serupa) adalah serupa dengan yang digunakan untuk dokumen tercetak, dan pedoman untuk menyitir materi jenis ini mudah diperoleh di internet.

b. Format rujukan itu amat beragam, dan berubah seiring perubahan waktu.  Komponen terpenting suatu rujukan adalah (1) nama penulis, (2) tahun penerbitan, (3) judul karya tulis, dan (4) bagaimana dan di mana karya tesebut dapat diperoleh.  Bagaimana dan di mana karya tulis itu dapat diperoleh bisa berupa judul jurnal serta volume dan nomor halamannya, nama penerbitnya dan kota kedudukan penerbit tersebut, atau informasi lainnya.  Berikut ini adalah beberapa contoh format dari the Americahn Journal of Physical Anthropology.
Suatu Artikel dalam jurnal:
Contoh:
Cartmill M, MacPhee RDE, and Simons EL (1981) Anatomy of the temporal bone in early anthropoids with remarks on the problem of anthropoid origins. Am. J. Phys. Anthropol. 56:3-21.
Perhatikan bahwa baris pertama rujukan itu ke luar ke sisi kiri beberapa huruf.  Format ini tidak membolehkan penggunaan et al. dalam rujukan (walaupun boleh dalam kutipan)—nama semua penulis haris disebutkan.  Digunakan singkatan nama dan bubkan nama selengkapnya.  Tahun penerbitan ditulis dalam kurung, dan ditulis sesudah nama penulisnya.  Judul artikel tidak ditulis dalam huruf besar, kecual huruf pertamanya.  Judul jurnal disingkat (dengan hanya menggunakan singkatan baku) dan tidak digaris bawahi ataupun dicetak miring.  Nomor voume jurnal dicetak miring.  Nomor penerbitan jurnal biasanya tidak disebutkan.
Buku
Contoh:
Struhsaker TT (1975) The Red Colobus Monkey. Chicago: University of Chicago Press.
Perhatikan bahwa semua aturan yang diterapkan pada artikel jurnal juga diterapkan di sini.  Huruf pertama setiap kata utama dalam judul itu ditulis dalam huruf besar, tetapi judul itu tidak digaris bawahi atau dicetak miring.  Kota utama penerbit disebutkan.
Makalah dalam terbitan yang diedit.
Contoh:
Guha BS and Basu PC (1938) Laporan tentang kerangka manusia yang digali di Mohenjo-Daro di tahun 1928-29.  Dalam EJH MacKay (ed.): Further Excavation at Mohenjo-Daro.  New Delhi: government of India Press, hal. 613-638.
Sumber dari internet.
Pedoman untuk ini banyak terdapat di internet, salah satunya dapat ditemukan di http://www.bedfordstmartins.com/online/citex.html.

Sumber : yehadianti.blogspot.com

”SISTEMATIKA PENULISAN MAKALAH” Syarat-syarat atau struktur makalah

Pada umumnya ”Makalah” terdiri atas tiga bagian, yaitu: (1) Bagian pembuka, (2) Tubuh tulisan, dan (3) Bagian akhir atau pelengkap.  Skripsi ditulis dalam bahasa Indonesia yang baku, dengan menghindari sejauh mungkin penggunaan istilah asing.  Istilah asing yang belum ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia harus diketik dengan huruf miring (italic).  Pedoman ini dapat dipakai sebagai penuntun dalam menyusun Makalah.  Bagian-bagian dari sebuah makalah secara lebih terperinci adalah sebagai berikut:

Bagian Pembuka

a)      Sampul

b)      Kata pengantar

c)       Daftar isi

Tubuh Tulisan

a)      BAB 1 (Pendahuluan)

1.1)  Latar belakang

1.2)  Rumusan permasalahan

1.3)  Tujuan penulisan makalah

1.4)  Metode ilmiah

1.5)  Sistematika penulisan

1.6)  Tinjauan pustaka

b)      BAB 2 (Pembahasan materi)

c)       BAB 3 (Hasil dan pembahasan)

d)      BAB 4 (Simpulan dan saran)

Bagian Akhir

a)      Daftar pustaka

b)      Lampiran

Sumber : fiyancyberfuture.wordpress.com


Contoh Cover Makalah Dan Cara Membuat Cover Makalah
Bisa kita cari di google untuk memudahkan melihat variasi contohnya

Contoh makalah pendek

WAWASAN NUSANTARA

Di Susun Oleh :
DEWI K.


Tingkat / Program : I / D-III Kebidanan
Dosen Pembimbing : Bpk. Sri Haryanto, S.Pd
Mata Kuliah : Kewarganegaraan





STIKES DARMA HUSADA

KATA PENGANTAR


Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga sengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin...


Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tujuan
Metode Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

BAB III PENUTUP
Kesimpulan

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME dan sebagai wakil Tuhan di bumi yang menerima amanat-Nya untuk mengelola kekayaan alam. Sebagai hamba Tuhan yang mempunyai kewajiban untuk beribadah dan menyembah Tuhan Sang Pencipta dengan tulus

Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.

Metode Penulisan
Penulis mempergunakan metode observasi dan kepustakaan.
Cara-cara yang digunakan pada penelitian ini adalah :
Studi Pustaka
Dalam metode ini penulis membaca buku-buku yang berkaitan denga penulisan makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN

Dasar Pemikiran
Kehidupan manusia di dunia mempunyai kedudukan sebagai hamba Tuhan YME dan sebagai wakil Tuhan (khalifullah) di bumi yang menerima amanat-Nya untuk mengelola kekayaan alam.
Manusia dalam melaksanakan tugas dan kegiatan hidupnya bergerak dalam dua bidang universal filosofis dan sosial politis. Di bidang universal filosofis trasenden dan idealistik, sedangkan bidang sosial politis bersifat imanen dan realistis yang bersifat lebih nyata dan dapat dirasakan.
Sebagai negara kepulauan dengan masyarakatnya yang ber-bhinneka, negara Indonesia memiliki unsur-unsur kekuatan dan kelemahan. Kekuatannya terletak pada posisi dan keadaan gegrafis yang strategis dan kaya sumber daya alam. Kelemahannya terletak pada wujud kepulauan dan keanekaragaman masyarakat yang harus disatukan dalam satu bangsa dan satu tanah air.

Pengertian Wawasan Nusantara
Cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah nusantara yang menjiawai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan atau cita-cita nasional.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Wawasan Nusantara
1. Wilayah.
2. Geopolitik dan Geostrategi.
3. Perkembangan wilayah Indonesia dan dasar hukumnya.



Unsur-unsur Dasar Wawasan Nusantara
1. Wadah
Wawasan Nusantara sebagai wadah meliputi 3 komponen :
a. Wujud Wilayah
Batas ruang lingkup wilayah nusantara ditentukan oleh lautan yang di dalamnya terdapat gugusan ribuan pulau yang saling dihubungkan oleh dalamnya perairan. Oleh karena itu nusantara dibatasi oleh lautan dan daratan serta dihubungkan oleh perairan dalamnya. Sedangkan secara vertikal ia merupakan suatu bentuk kerucut terbuka keatas dengan titik puncak kerucut di pusat bumi.
Letak geografis negara berada di posisi dunia anatar 2 samudra, yaitu pasifik dan samudera hindia dan antara dua benua, yaitu asia dan australia. Letak geografis ini berpengaruh besar terhadap aspek-aspek kehidupan nasional Indonesia. Perwujutan wilayah nusantara menyatu dalam kesatuan politik, ekonomi, sosial-busaya dan pertahanan keamanan.
b. Tata Inti Organisasi
Bagi Indonesia. Tata inti organisasi negara berdasarkan pada UUD 1945 yang menyangkut bentuk dan kedaulatan negara, kekuasaan pemerintah, sistem pemerintahan, dan sistem perwakilan.
Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik. Kedaulatan berada di tangan rakyat yang sepenuhnya oleh majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Sistem pemerintahannya menganut sistem presidensial. Indonesia merupakan Negara Hukum (Rechk Staat) bukan hanya kekuasaan.
c. Tata Kelengkapan Organisasi
Isi wawasan nusantara tercermin dalam perspektif kehidupan manusia Indoensia dalam eksistensinya yang meliputi :
a) Cita-cita bangsa Indonesia tertuang dalam pembukaan UUD 1945.
Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Rakyat Indonesiayang berkehidupan kebangsaan yang bebas.
Pemerintahan negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
b) Asas keterpaduan semua aspek kehidupan nasional berciri manunggal.
Satu kesatuan wilayah nusantara mencakup daratan, perairan dan dirgantara.
Satu kesatuan politik.
Satu kesatuan sosial budaya.
Satu kesatuan ekonomi, atas asas usaha bersama.
Satu kesatuan pertahanan dan keamanan.
Satu kesatuan kebijakan nasional.



2. Tata Laku Wawasan Nusantara Mencangkup Dua Segi
a. Tata laku batinia
Wawasan Nusantara berlandaskan pada falsafah Pancasila untuk membentuk sikap mental.
b. Tata laku lahiriah
Wawasan Nusantara diwujudkan dalam satu sistem organisasi meliputi : perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengadilan.

Implementasi Wawasan Nusantara
3. Wawasan Nusantara sebagai pancaran falsafah Pancasila.
4. Wawasan Nusantara dalam pembangunan nasional.
a. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik.
b. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai kesatuan ekonomi.
c. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya.
d. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan.
5. Penerapan wawasan Nusantara.
6. Hubungan wawasan Nusantara.

BAB III
PENUTUP

Demikian makalah tentang wawasan Nusantara yang saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Kesimpulan
Jadi wawasan Nusantara adalah sebagai cara pandang bangsa Indonesia mengenal diri dan tanah air sebagai negara kepulauan dari berbagai aspek kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA

- Buku Pendidikan Kewarganegaraan

Sumber : change-lala.blogspot.com

Apa itu Daftar Pustaka?
Daftar pustaka merupakan sebuah daftar acuan yang memuat daftar bibliografi sebuah buku atau sumber lain yang dijadikan sebagai rujukan dalam sebuah makalah. Dengan kata lain daftar pustaka bisa juga disebut sebagai daftar rujukan.

Pada umumnya daftar pustaka diletakkan pada bagian akhir dalam penyusunan sebuah makalah sebelum halaman lampiran (jika ada) dan sesudah halaman penutup (kesimpulan dan saran).

Penulisan Daftar Pustaka
Perlu diketahui dan diingat, urutan informasi mengenai daftar pustaka pada tiap-tiap lembaga mempunyai aturan sendiri-sendiri. Tapi, secara garis besar dan paling umum, penulisannya sebagai berikut.

Format
disusun menurut urutan abjad nama belakang penulis pertama
daftar pustaka ditulis menggunakan spasi tunggal
antar pustaka diberi jarak satu setengah spasi
baris pertama rata kiri, baris berikutnya menjorok ke dalam (biasanya 7 karakter)

Urutan dan tanda koma/titik
Menggunakan koma: Penulis. tahun. judul buku (ditulis miring). kota penerbit: nama penerbit.
Contoh: Mosis, M., 2014, Pengantar Teknik Penulisan Karya Ilmiah, Surabaya: Masih Rencana.

Menggunakan titik: Penulis, tahun, judul buku (ditulis miring), kota penerbit: nama penerbit.
Contoh: Mosis, M. 2014. Pengantar Teknik Penulisan Karya Ilmiah. Surabaya: Masih Rencana.

Sumber : contoh-makalah-mahasiswa.blogspot.com

Struktur makalah sederhana terdiri dari :
1. Cover / Bagian Sampul Makalah.
Dalam bagian ini, terdiri dari judul, logo kampus/universitas, data lengkap penulis, jurusan, fakultas, kota, dan tahun kapan makalah di buat.

2. Kata Pengantar

Biasanya diawali dengan kalimat puji-pujian kepada Allah SWT atau kepada Tuhan, gambaran sedikit mengenai makalah, ucapan terima kasih, dan terakhir biasanya terdapat harapan penulis ataupun permintaan sumbangsih saran dan kritik.

3. Daftar Isi

Saya rasa tidak perlu saya jelaskasn. Anda sudah banyak melihat bagaimana struktur daftar isi.

4. BAB I Pendahuluan

Dalam makalah yang Anda buat, bagian BAB I, bab tentang pendahuluan secara umum berisi tentang gambaran umum tentang makalah, nasalah yang akan di bahas, latar belakang kenapa Anda mengankat permasalahan tersebut. Adapun struktur pada BAB I ini meliputi :
Latar Belakang. Memakai kaidah segitiga artinya dari pembahasan umum ke pembahasan khusus.
Rumusan Masalah, berisi rumusan apa yang Anda bahas dalam makalah Anda.
Maksud dan Tujuan, berisi maksud dan tujuan pembuatan makalah.

5. BAB II Pembahasan

Pada bagian ini, Anda membahas secara tuntas permasalahan yang Anda angkat pada BAB I. Pada bagian ini adalah bagian dari isi sesungguhnya makalah Anda. Dalam bagian pembahasan, Anda harus memaparkan fakta-fakta yang memperkuat tulisan Anda. Harus berisi kajian referensi beberapa/banyak penulis yang mendukung gagasan yang Anda sampaikan.

Pada bagian ini pula, asumsi pribadi Anda diminimalkan. Artinya asumsi yang Anda buat harus ada kajian literatur maupun referensi sebelumnya. Mengungkap fakta.

6. BAB III Penutup

Pada bagian kedua dari terakhir ini, Anda membuatkan semacam kesimpulan dari pembahasan yang Anda bahas pada BAB II. Ada pula yang menambahkan saran.

7. Daftar Pustaka

Berisi daftar referensi rujukan yang Anda ambil untuk  makalah Anda. Referensi rujukan dapat berupa buku-buku, jurnal, skripsi, data dari internet dan lain sebagainya. Terdapat kaidah atau aturan penulisan daftar pustaka yang Anda harus penuhi.

8. Lampiran

Ini tidak mutlak harus ada. Pada bagian ini Anda melampirkan data-data pendukung makalah Anda. Bisa berupa foto-foto  kegiatan, dll.

Sumber : kutukuliah.blogspot.com

Cara menulis daftar pustaka dari internet yang benar
Unsur – unsur yang dicantumkan dalam penulisan daftar pustaka dengan sumber informasi di internet adalah:
1. Nama penulis yang diawali dengan penulisan nama keluarga
2. Judul tulisan diletakkan diantara tanda kutip
3. Jika karya tulis keseluruhan (jika ada) dengan huruf miring
4. Data publikasi berisi protocol dan alamat, path, tanggal pesan, atau waktu akses dilakukan.

Aturannya begini:

Bila Karya Perorangan:
Cara Penulisannya ialah:
Pengarang/Penyunting. (Tahun). Judul (edisi), [jenis medium]. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses].
Contoh:
Thompson, A. (1998). The Adult and the Curriculum. [Online]. Tersedia: http:/ / www.ed.uiuc.edu./EPS/PES-Yearbook/998/thompson. Html [30 maret 2000].

Bila bagian dari karya kolektif
Cara Penulisannya ialah:
Pengarang/Penyunting. (Tahun). Dalam Sumber (edisi), [Jenis media]. Penerbit. Tersedia: alamat di internet. [tanggal akses].
Contoh:
Daniel, R.T. (1995). The History of Western Music. In Britanica Online: Macropedia [Online]. Tersedia: http: / / www.eb.com: 180/cgibin/ g:DocF=macro/ 5004/45/0.html [28 maret 2000].

Bila Artikel dalam Jurnal:
Cara Penulisannya ialah:
Pengarang. (Tahun). Judul. Nama Jurnal [Jenis media], volume (terbitan), halaman. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses].
Contoh:
Supriadi, D. (1999). Restructuring the Schoolbook Provision system in Indonesia: Some  Recent Initiatives. Dalam Educational Policy Analysis Archives [Online], vol 7 (7), 12 halaman. Tersedia: http:/ / epaa.asu.edu / epaa/v7n7.html [17 maret 2001].

Bila Artikel dalam Majalah;
Cara Penulisannya ialah:
Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Majalah [Jenis media], volume jumlah. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses].
Contoh:
Goodstein, C. (1991, 5 September). Healers from the Theep. American Health [CD-ROM],  60-64. Tersedia: 1994 SIRS/SIRS 1992 Life Science/ Article 08A [13 Juni 1995].

Bila Artikel di Surat kabar:
Cara Penulisannya ialah:
Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Surat kabar [Jenis media], Jumlah halaman.
Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses].
Contoh:
Cipto, B. (2000, 27 April). Akibat Perombakan Kabinet Berulang. Fondasi Reformasi Bisa  Runtuh. Pikiran Rakyat [Online], halaman 8. Tersedia: http: // www.[Pikiranrakyat.com. [9 Maret 2000].

Bila pesan dari E-mail
Cara Penulisannya ialah:
Pengirim (Alamat e-mail pengirim). (Tahun, tanggal, bulan). Judul Pesan. E-mail kepada penerima [Alamat e-mail penerima]
Contoh:
Musthafa, Suriansyah (julak@yahoo.co.id). (2000, 25 April). Bab V Laporan Penelitian.  E-mail kepada Dedi Supriadi (Supriadi@indo.net.id)

Sumber : dee-belajar.blogspot.com

cara menulis daftar pustaka hasil wawancara :
Nama pengarang (mendahulukan nama belakang, jika penulis lebih dari satu diberi tanda hubung / - ), tahun terbit, judul buku, kota terbit ; nama penerbit
contoh penulisan nama penerbit (dalam daftar pustaka)
 andwinasekar
Contoh : Petrucci, Ralp H - Suminar, 1999, KimiaDasar Prinsip dan Terapan Modern, Jakarta ; Erlangga

Pengertian, Fungsi dan Jenis Kutipan
Pengertian:

Kutipan, sebuah kata yang mungkin semua orang belum mengetahui maksudnya apa. Disini saya akan mengulas sedikit mengenai kutipan. Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

Tujuan:
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
a. landasan teori
b. penguat pendapat penulis
c. penjelasan suatu uraian
d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan

Fungsi Kutipan
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6) Meningkatkan estetika penulisan.
7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.

Jenis Kutipan
a. Kutipan langsung:
Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].

b. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )
Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
d. Kutipan pada catatan kaki
e. Kutipan atas ucapan lisan
f. Kutipan dalam kutipan
g. Kutipan langsung pada materi

Sumber : lytasapi.wordpress.com

Fungsi makalah:
sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Siapa saja bisa membuat makalah dengan mengikuti contoh :
CONTOH MAKALAH PENELITIAN
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Masalah

Pendidikan baru bisa dimulai setelah usia Sekolah Dasar (7 tahun) ternyata tidak benar . Bahkan pendidikan yang dimulai pada usia Taman Kanak-Kanak (4-6tahun) pun dianggap sudah terlambat. Menurut hasil penilitian , pada usia 4 tahun pertama , separuh kapasitas kecerdasan manusia sudah terbentuk. Artinya , kalau pada usia tersebut otak anak tidak mendapat rangsangan yang maksimal, maka potensi otak anak tidak akan berkembang secara optimal.
Anak adalah potensi utama bagi masa depan bangsa. Mereka tidak hanya sebagai cikal bakal penerus bangsa , tetapi juga sebagai individu yang diharapkan memiliki daya saing tinggi. Mereka memegang peranan penting dan tanggung jawab yang besar bagi bangsa. Kepribadian dan kualitas individu pada masa dewasa sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan pendidikan yang diperoleh pada masa kanak-kanak Pemeliharaan Kesehatan bagi anak-anak juga sangat penting. Kualitas anak sangat dipengaruhi kesehatan selama masa tumbuh kembang anak.
Anak pada golongan usia dini adalah masa rawan sehingga perlu mendapat pelayanan kesehatan lebih dalam karena anak mudah terinfeksi atau kekurangan gizi. Oleh karena itu , diperlukan perhatian khusus terhadap anak-anak tentang pendidikan dan pemantauan kesehatan dalam proses perkembangan mereka. Namun seiring dengan proses modernisasi.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan Pada latar belakang masalah ,saya telah menyusun rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut :
1.Bagaimana pembelajaran anak pada usia dini?
2.Apa akibat dari kesalahan paradikma pada mental pembelajaran siswa?
3.Bagaimana cara memotivasi anak usia dini agar tertarik?
4.Apa saja yang berpengaruh terhadap kesalahan paradikma ini?
5.Apa kekurangan metode pembelajaran ini?
6.Apa kelebihan metode pembelajaran ini?
7.Bagaimana metode pembelajaran ini bisa bekerja?
8. Siapakah yang menjadi fokus pembelajaran ini?
9.Apa kendala dalam pelaksanaan metode ini?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas ,maka penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah sistem pembelajaran pada anak usia dini.Dengan sebuah sistem yang baru pada anak usia 4 tahun pertama , separuh kapasitas kecerdasan manusia sudah terbentuk. Artinya , kalau pada usia tersebut otak anak tidak mendapat rangsangan yang maksimal, maka potensi otak anak tidak akan berkembang secara optimal.
Anak adalah potensi utama bagi masa depan bangsa. Mereka tidak hanya sebagai cikal bakal penerus bangsa , tetapi juga sebagai individu yang diharapkan memiliki daya saing tinggi. Mereka memegang peranan penting dan tanggung jawab yang besar bagi bangsa.
Anak pada golongan usia dini adalah masa rawan sehingga perlu mendapat pelayanan kesehatan lebih dalam karena anak mudah terinfeksi atau kekurangan gizi. Oleh karena itu , diperlukan perhatian khusus terhadap anak-anak tentang pendidikan dan pemantauan kesehatan dalam proses perkembangan mereka.

1.4 Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul (menurut Arikunto dalam Endang.S, 2008:6). Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penulisan yang telah disebutkan diatas maka dapat dikemukakan sebuah hipotesis “Adanya kenaikan tingkat motivasi belajar siswa pada anak usia dini dengan sistem sistem yang baru pada anak usia 4 tahun pertama”.

1.5 Asumsi Penelitian
Menurut Surakhmad dalam endang.S (2008:7) asumsi dasar atau anggapan dasar atau postulat adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya di terima oleh penyidik. Jadi asumsi ppenelitian dapat diartikan sebagai anggapan dasar tentang suatu hal yang menjadi pedoman berfikir peneliti.
Asumsi yang mendasari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Anak usia dini adalah sistem yang baru pada anak usia 4 tahun pertama separuh kapasitas kecerdasan manusia sudah terbentuk.
2. Anak usia dini adalah potensi utama bagi masa depan bangsa karena sebagai cikal bakal penerus bangsa

1.6Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi :
1. Guru
Sebagai sarana pembelajaran siswa yang lebih efektif dilakukan anak pada usia dini.
2. Anak usia dini
Meningkatkan motivasi belajar anak karena dapat mengembangkan sebuah sistem pembelajaran anak usia dini.

1.6 Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran dan arah mengenai informasi permasalahan inti yang ada dalam suatu penelitian
1. Variabel penelitian
Dalam penelitian ini ada 2 variabel, yaitu variabel bebas yaitu sistem pembelajaran anak usia dini yaitu motivasi belajar..
2. Subjek penelitian
Subjek penelitian ini adalah anak usia dini
3. Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan pada playgroup.

1.PENDAHULUAN

1.1LATAR BELAKANG
Sekolah adalah lembaga yang bersifat kompleks dan unik. Bersifat kompleks karena sekolah sebagai organisasi di dalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menentukan. Sedang sifat unik menunjukkan bahwa sekolah sebagai organisasi memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi lain. Ciri-ciri yang menempatkan sekolah memiliki karakter tersendiri, yaitu terjadi proses belajar mengajar, tempat terselenggaranya pembudayaan kehidupan umat manusia.
Karena sifatnya yang kompleks dan unik tersebut, sekolah sebagai organisasi memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. Koordinasi yang tinggi dilakukan oleh kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan. Sehingga keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah.
Kepala sekolah dikatakan berhasil apabila mereka memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks dan unik, serta mampu melaksanakan peranan kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin sekolah. Studi keberhasilan kepala sekolah menunjukkan bahwa kepala sekolah adalah seseorang yang menentukan titik pusat dan irama suatu sekolah.
Beberapa di antara kepala sekolah digambarkan sebagai orang yang memiliki harapan tinggi bagi para staf dan para siswa, kepala sekolah adalah mereka yang banyak mengetahui tugas-tugas mereka yang menentukan irama bagi sekolah mereka. Hal ini menunjukkan betapa penting peranan kepala sekolah dalam menggerakkan kehidupan sekolah mencapai tujuan.
Sesuai dengan ciri-ciri sekolah sebagai organisasi yang bersifat kompleks dan unik, tugas dan fungsi kepala sekolah seharusnya dilihat dari berbagai sudut pandang. “Dari sisi tertentu kepala sekolah dapat dipandang sebagai pejabat formal, sedang dari sisi lain seorang kepala sekolah dapat berperan sebagai manajer, sebagai pemimpin, sebagai pendidik, dan sebagai staf” (Wahjosumidjo, 2007:83).
Berdasarkan uraian di atas, penyusun akan membahas peran dan tanggungjawab kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di SMA 1 Malang.

1.2RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
(1) Apa saja peranan kepala sekolah di SMA 1 Malang?
(2) Bagaimana tanggungjawab kepala sekolah di SMA 1 Malang?
(3) Bagaimana cara agar tanggungjawab kepala sekolah di SMA 1 Malang dapat terlaksana dengan baik?

1.3TUJUAN
Penyusunan makalah ini mempunyai tujuan yang ingin dicapai oleh penyusun, yaitu:
(1) Mengetahui peran kepala sekolah di SMA 1 Malang;
(2) Mengetahui tanggungjawab kepala sekolah di SMA 1 Malang;
(3) Mengetahui cara-cara agar tanggungjawab kepala sekolah di SMA 1 Malang dapat terlaksana dengan baik.

DAFTAR RUJUKAN
Wahjosumidjo. 2007. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

CONTOH DAFTAR RUJUKAN

1.Dr. Muhaimin Iskandar, M.Pd telah berhasil menulis buku berjudul “Jalan Manusia Abadi” pada tahun 2009, tepatnya bulan Maret. Pada tahun yang sama, tepatnya bulan November, dia juga berhasil menerbitkan buku barunya yang berjudul “Meretas Jalan Abadi”. Keduanya diterbitkan oleh Gramedia Jakarta.
2.Maraknya kasus korupsi di Indonesia membuat banyak kalangan angkat bicara tentang korupsi. Kalangan pers tentu saja tidak mau ketinggalan menyuarakan pendapatnya tentang korupsi di negeri ini. Harian Media Indonesia 24 November 2009 menerbitkan sebuah artikel berjudul ”Tangan-tangan Gaib Dibalik Praktik Korupsi” tepat di halaman 4.
3.Pada tahun 2002, Pusat Penelitian dan Pengembangan Virus yang berada di bawah naungan Departemen Kesehatan di Jakarta menerbitkan sebuah buku pedoman yang diperuntukkan bagi peneliti virus di Indonesia. Buku pedoman berjudul ”Pedoman Penelitian dan Pengembangan Virus” itu diedarkan secara terbatas di kalangan para peneliti virus saja.
4.Abdul Chaer pada tahun 2006 menulis buku berjudul “Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia” yang diterbitkan oleh Rineka Cipta di Jakarta setebal 100 halaman.
5.Koran Kompas memuat artikel berjudul ”Menyiasati Deterjen Murah Meriah” yang ditulis oleh Mike Rahayu pada tanggal 10 November 2009. Artikel fenomenal tersebut tepat berada pada halaman 4, sekolom dengan artikel Fesy Mintania.
6.Ike Nuriva pada bulan April tahun 2009 menulis sebuah artikel berjudul ”Deterjen Ampuh Membasmi Kotoran pada Pakaian”. Oleh sebuah Forum Artikel Kritis, artikel Ike tersebut dimasukkan ke dalam jurnal mereka pada tahun ke-2 nomor ke-3. Artikel tersebut tepat berada pada halaman 13 sampai 16.
7.Aldilla Hastami berprofesi sebagai seorang penerjemah di sebuah penerbit bernama Tunas Bahasa di Malang pada tahun 2009. Kali ini, ia menerjemahkan sebuah buku motivasi karangan orang Cina bernama Felix Siauw yang ditulis pada tahun 2002. Alasan buku tersebut diterjemahkan karena telah menginspirasi banyak orang untuk bercita-cita menaklukkan Roma seperti yang telah dijanjikan oleh Tuhan. Setelah beberapa bulan buku itu akhirnya selesai diterjemahkan dan diterbitkan dengan judul ”Kota Roma Menanti Anda”.
8.Untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional, dosen Yoranda memberi tugas menulis sebuah artikel tentang pendidikan. Ia segera mengumpulkan bahan bacaan yang ia perlukan di perpustakaan kampus.Di rumah, Yoranda sudah memiliki bahan tulisan berupa Undang-Undang Republik Indonesia tentang sistem pendidikan nasional yang diterbitkan oleh Duta Baca, Surabaya tahun 1990. Ia ingin mengkritisi isi UU Sisdiknas tersebut, tepatnya pada nomor 2 tahun 1989.
9.Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Malang pada tanggal 13 September tahun 2006 telah menyelenggarakan Seminar Nasional BEM Se-Indonesia. Dalam seminar tersebut, seorang tokoh gerakan mahasiswa, Agus Lukman Hakim, memaparkan makalahnya yang berjudul ”Satukan Visi Misi Mahasiswa Menuju Indonesia Lebih Baik”. Seminar tersebut sangat sukses karena dihadiri oleh 90 persen kampus di tanah air.
10.Onie Kartikasari menjadi seorang editor untuk kumpulan artikel yang dibukukan. Kumpulan artikel tersebut lantas ia beri judul “Pengembangan Bahasa pada Anak Sekolah Dasar”. Ia mengedit kumpulan artikel tersebut pada tahun 2000, selang dua tahun setelah ia menerbitkan buku. Hasil editan Onie tersebut diterbitkan oleh Pustaka Bangsa di Malang.

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ……………………………………………………………… i
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang …………………………………………………………… 1
1.2Rumusan Masalah………………………………………………………… 2
1.3Tujuan ……………………………………………………………………. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Landasan Filosofis Pancasila ……………………………………………. 3
2.1.1 Pengertian Filsafat …………………………………………………. 3
2.1.2 Pengertian Pancasila ……………………………………………….. 4
2.1.3 Pengertian Filsafat Pancasila ………………………………………. 5
2.2 Fungsi Utama Filsafat Pancasila Bagi Bangsa dan Negara Indonesia …… 8
2.2.1 Filsafat Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia …… 8
2.2.2 Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia ……………… 10
2.2.3 Pancasila sebagai Jiwa dan Kepribadian Bangsa Indonesia ……….. 11
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………. 13
DAFTAR RUJUKAN ……………………………………………………………….. 14

CONTOH PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

1.Iskandar, Muhaimin. 2009a. Jalan Manusia Abadi. Jakarta: Gramedia.
Iskandar, Muhaimin. 2009b. Meretas Jalan abadi. Jakarta: Gramedia.
2.Media Indonesia.24 november,2009. Tangan-Tangan Ghaib Dibalik Praktek Korupsi, hlm. 4.
3.____. 2002. Pedoman Penelitian dan Perkembangan Virus. Jakarta: Departemen Kesehatan.
4.Chaer, Abdul. 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
5.Rahayu, Mike. 10 November,2009. Menyiasati Detergen Murah Meriah. Kompas, hlm. 4.
6.Nuriva, Ike. 2009. Detergen Ampuh Membasmi Kotoran pada pakaian. Forum Artikel Kritis. 2(3):13-16.
7. Siau, Felix. 2002. Kota Roma Menanti Anda. Terjemahan oleh Aldilla Hastami. 2009. Malang: Tunas Bahasa.
8.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.1990. Jakarta: Duta Baca.
9.Hakim, Agus Lukman. 2006. Satukan Visi Misi Mahasiswa Menuju Indonesia Lebih Baik. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional BEM Se-Indonesia, Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Malang, Malang, 13 september.
10.Kartikasari, Onie(Ed). 2000. Pengembangan Bahasa Pada anak sekolah Dasar. Malang: Pustaka bangsa.

Sumber : fuadmje.wordpress.com

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar